Showing posts with label RUMUS. Show all posts
Showing posts with label RUMUS. Show all posts
Friday, September 5, 2014
Thursday, September 4, 2014
Bilangan Pecahan
A. Operasi pada Bilangan Pecahan
1. Penjumlahan Bilangan Pecahan
a. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Sama
Rumus :
Contoh :
Pembilang dijumlahkan dengan pembilang (5+2), sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan karena nilainya sudah sama (7).
b. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Tidak Sama
Rumus 1 :
Rumus 2 :
Contoh :
Untuk penjumlahan dengan penyebut tidak sama, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan dua cara, yaitu dengan mengalikan kedua penyebut (Rumus 1) atau dengan menentukan KPK-nya (Rumus 2). Pada contoh tersebut KPK dari 3 dan 7 adalah 21.
2. Pengurangan Bilangan Pecahan
a. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Sama
Rumus :
Contoh :
Apabila penyebutnya sama, pembilang bisa langsung dikurangkan
b. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Tidak Sama
Rumus 1 :
Rumus 2 :
Contoh :
Untuk pengurangan dengan penyebut tidak sama, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan dua cara sama seperti dengan penjumlahan, yaitu dengan mengalikan kedua penyebut (Rumus 1) atau dengan menentukan KPK-nya (Rumus 2).
3. Perkalian Bilangan Pecahan
Dalam perkalian bilangan pecahan, pembilang dikalikan dengan pembilang dan penyebut dikalikan dengan penyebut.
a. Perkalian Bilangan Pecahan dengan Bilangan Bulat
Rumus :
Contoh :
b. Perkalian Bilangan Pecahan dengan Bilangan Pecahan
Rumus :
Contoh :
4. Pembagian Bilangan Pecahan
Rumus :
Pembagian bilangan pecahan dibuat menjadi perkalian bilangan pecahan (pembilang dan penyebutnya ditukar).
Contoh :
B. Menyederhanakan Bentuk Pecahan
Menyederhanakan bilangan pecahan dapat dilakukan dengan membagi pembilang dengan penyebutnya dengan FPB dari keduanya.
Contoh :
Jawaban :
C. Mengubah Bentuk Pecahan
a. Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa
Rumus :
Contoh :
b. Mengubah Pecahan Biasa ke Bentuk Persen
Pecahan persen adalah pecahan biasa ke bentuk persen, penyebutnya harus dibuat menjadi 100.
Contoh :
c. Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Desimal
Untuk mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal dapat dilakukan dengan mengubah penyebutnya agar menjadi bilangan dengan pangkat 10 (10, 100, 1000, dan seterusnya).
Contoh :
By:
Welda Aprilia
On 11:02 AM
Saturday, August 2, 2014
Energi
Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha
A. Energi Potensial
Yaitu energi yang dimiliki suatu benda, karena ketinggiannya
Rumus :
Ep = m . g . h
m = EP / g . h
g = EP / m . h
h = EP / m . g
Keterangan :
Ep = energi potensial (j)
m = massa (Kg)
g = percepatan gravitasi (m/s^2)
h = ketinggian benda (m)
B. Energi Kinetik
Yaitu energi yang dimiliki suatu benda, karena gerak/kecepatannya
Rumus :
Ek = 1/2 . m . v^2
Ek = m . v^2 / 2
m = 2 / Ek / v^2
v2 = 2 . Ek / m
Keterangan :
Ek = energi kinetik (J)
m = massa (Kg)
v = kecepatan gerak benda (m/s)
C. Energi Mekanik
Yaitu energi yang terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
Rumus :
Em = Ep + Ek
Ep = Em + Ek
Ek = Em + Ep
Keterangan :
Em = energi mekanik
Ep = energi potensial
Ek = energi kinetik
By:
Welda Aprilia
On 8:44 PM
Gaya
Gaya adalah suatu kekuatan (Tarikan atau dorongan) yang mengakibatkan benda yang dikenainya mengalami perubahan posisi atau kedudukan (bergerak) dan atau berubah bentuk. Gaya juga dapat diartikan sebagai suatu tarikan atau dorongan yang dikerahkan sebuah benda terhadap benda lain. Misalnya pada kegiatan tarik tambang yang membuat pelakunya berpindah tempat.
Gaya yang berupa tarikan atau dorongan tersebut mempunyai arah gaya. Tarikan mempunyai arah yang mendekati orang/hewan/benda yang menariknya. Sedangkan dorongan mempunyai arah yang menjauhi orang/hewan/benda yang mendorongnya. Selain mempunyai arah, gaya pun mempunyai nilai, maka gaya merupakan besaran vektor.
Gaya ada 2 yaitu :
1. Gaya Sentuh : gaya yang bekerja melalui persentuhan
contoh : orang yang mendorong meja
2. Gaya tak Sentuh : gaya yang bekerja tidak melalui persentuhan
contoh : buah jatuh
A. Perpaduan gaya / Resultan gaya
Resultan gaya adalah gaya pengganti dari dua buah gaya atau lebih.
R = F1 + F2
R = F1 - F2
Keterangan :
R = Resultan
F1 = Gaya 1
F2 = Gaya 2
B. Berat gaya
Rumus :
w = m . g
m = w / g
g = m / w
Keterangan :
w = berat benda (N)
m = massa (Kg)
g = percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s^2)
C. Percepatan gaya
Rumus :
F = m . a
a = F / m
m = F / a
Keterangan :
F = gaya (N)
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (m/s^2)
By:
Welda Aprilia
On 8:19 PM
Subscribe to:
Posts (Atom)



















































