Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Showing posts with label RUMUS. Show all posts
Showing posts with label RUMUS. Show all posts

Thursday, September 4, 2014

Bilangan Pecahan


A. Operasi pada Bilangan Pecahan


1. Penjumlahan Bilangan Pecahan


a. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Sama


Rumus :






Contoh :





Pembilang dijumlahkan dengan pembilang (5+2), sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan karena nilainya sudah sama (7).


b. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Tidak Sama


Rumus 1 :





Rumus 2 :






Contoh :





Untuk penjumlahan dengan penyebut tidak sama, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan dua cara, yaitu dengan mengalikan kedua penyebut (Rumus 1) atau dengan menentukan KPK-nya (Rumus 2). Pada contoh tersebut KPK dari 3 dan 7 adalah 21.


2. Pengurangan Bilangan Pecahan


a. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Sama


Rumus :





Contoh :






Apabila penyebutnya sama, pembilang bisa langsung dikurangkan

b. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Tidak Sama


Rumus 1 :






Rumus 2 :






Contoh :





Untuk pengurangan dengan penyebut tidak sama, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan dua cara sama seperti dengan penjumlahan, yaitu dengan mengalikan kedua penyebut (Rumus 1) atau dengan menentukan KPK-nya (Rumus 2).


3. Perkalian Bilangan Pecahan

Dalam perkalian bilangan pecahan, pembilang dikalikan dengan pembilang dan penyebut dikalikan dengan penyebut.

a. Perkalian Bilangan Pecahan dengan Bilangan Bulat


Rumus :






Contoh :






b. Perkalian Bilangan Pecahan dengan Bilangan Pecahan


Rumus :






Contoh :








4. Pembagian Bilangan Pecahan


Rumus :







Pembagian bilangan pecahan dibuat menjadi perkalian bilangan pecahan (pembilang dan penyebutnya ditukar).


Contoh :








B. Menyederhanakan Bentuk Pecahan

Menyederhanakan bilangan pecahan dapat dilakukan dengan membagi pembilang dengan penyebutnya dengan FPB dari keduanya.

Contoh :





Jawaban :



















C. Mengubah Bentuk Pecahan

a. Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa

Rumus :





Contoh :





b. Mengubah Pecahan Biasa ke Bentuk Persen
Pecahan persen adalah pecahan biasa ke bentuk persen, penyebutnya harus dibuat menjadi 100.

Contoh :








c. Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Desimal
Untuk mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal dapat dilakukan dengan mengubah penyebutnya agar menjadi bilangan dengan pangkat 10 (10, 100, 1000, dan seterusnya).

Contoh :

Saturday, August 2, 2014

Energi




Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha

A. Energi Potensial
Yaitu energi yang dimiliki suatu benda, karena ketinggiannya 

Rumus :
Ep = m . g . h
m = EP / g . h
g = EP / m . h
h = EP / m . g

Keterangan :
Ep = energi potensial (j)
m  = massa (Kg)
g  = percepatan gravitasi (m/s^2)
h  = ketinggian benda (m)

B. Energi Kinetik 
Yaitu energi yang dimiliki suatu benda, karena gerak/kecepatannya

Rumus :
Ek = 1/2 . m . v^2
Ek = m . v^2 / 2
m = 2 / Ek / v^2
v2 = 2 . Ek / m

Keterangan :
Ek = energi kinetik (J)
m = massa (Kg)
v = kecepatan gerak benda (m/s)


C. Energi Mekanik 
Yaitu energi yang terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.

Rumus :
Em = Ep + Ek
Ep = Em + Ek
Ek = Em + Ep

Keterangan :
Em = energi mekanik
Ep  =  energi potensial
Ek  =  energi kinetik

Gaya



Gaya adalah suatu kekuatan (Tarikan atau dorongan) yang mengakibatkan benda yang dikenainya mengalami perubahan posisi atau kedudukan (bergerak) dan atau berubah bentuk. Gaya juga dapat diartikan sebagai suatu tarikan atau dorongan yang dikerahkan sebuah benda terhadap benda lain. Misalnya pada kegiatan tarik tambang yang membuat pelakunya berpindah tempat.
Gaya yang berupa tarikan atau dorongan tersebut mempunyai arah gaya. Tarikan mempunyai arah yang mendekati orang/hewan/benda yang menariknya. Sedangkan dorongan mempunyai arah yang menjauhi orang/hewan/benda yang mendorongnya. Selain mempunyai arah, gaya pun mempunyai nilai, maka gaya merupakan besaran vektor.

Gaya ada 2 yaitu :
1. Gaya Sentuh : gaya yang bekerja melalui persentuhan
contoh : orang yang mendorong meja



2. Gaya tak Sentuh : gaya yang bekerja tidak melalui persentuhan
contoh : buah jatuh



A. Perpaduan gaya / Resultan gaya

Resultan gaya adalah gaya pengganti dari dua buah gaya atau lebih.



Rumus :
R = F1 + F2
R = F1 - F2

Keterangan :
R = Resultan
F1 = Gaya 1
F2 = Gaya 2

B. Berat gaya
Rumus : 
w = m . g
m = w / g
g = m / w

Keterangan :
w = berat benda (N)
m = massa (Kg)
g  = percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s^2)

C. Percepatan gaya
Rumus :
F = m . a
a = F / m
m = F / a

Keterangan :
F = gaya (N)
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (m/s^2)

 

© 2013 Welda Aprilia's Blog. All rights resevered. Thanks to Welda Aprilia

Back To Top