Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Showing posts with label MATERI. Show all posts
Showing posts with label MATERI. Show all posts

Tuesday, September 9, 2014

Pengantar Bahasa Pemrograman Java


1. Konsep Pemrograman Berorientasi OBJEK
Objek adalah kesatuan Entitas yang memiliki sifat dan tingkah laku. Dalam kehidupan sehari, objek adalah benda, baik benda berwujud nyata maupun benda tidak berwujud nyata atau konsep.
Contoh benda berwujud nyata : Manusia, mobil, komputer, dll
Contoh benda yang tidak nyata atau konsep : Tabungan bank, sistem antrian, sistem internet bangking

Objek Oriented Programming (OOP)
Konsep yang membagi program menjadi objek-objek yang saling berinteraksi satu sama lainnya.

Keuntungan OOP
Alamin (Natural), Dapat dikendalikan(Reliable), Dapat digunakan kembali (Reusable), Mudah untuk dipelihara (Maintainable), Dapat diperluas (Extendable) dan Efisiensi waktu.

2. Sejarah Java
1991, Sun Micro-system memulai green project, yaitu penelitian untuk membuat bahasa yang akan digunakan pada chip-chip embendded untuk device intelligent consumer electronic. Bahasa itu haruslah bersifat multi platform, yang tidak tergantung pada vendor yang membuat chip tersebut.

Pemberian nama dimulai dari Star-7, kemudian Oak dan belakangan dikenal dengan JAVA. Awalnya ditujukan untuk pemrograman device kecil, sehingga java memiliki karakteristik berukuran kecil, efisien, dan portable untuk berbagai hardware.

Karena project ini sempat terancam terhenti karena dalam pengembangannya device ini belum memiliki pasar yang kuat. Kemudian berkembang menjadi pemrograman internet, desktop, mobile dan enterprice atau dikelompokan kedalam J2SE, J2ME, J2EE.

3. Keunggulan Java
Beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya adalah :

1) Java bersifat sederhana dan relatif mudah
Semudah c, seampuh c++, mengurangi kompleksitas yang dimiliki c++, sehingga pemrograman cenderung lebih mudah.
2) Java berorientasi pada objek
Karena java membagi program menjadi objek-objek, kemudian memodelkan sifat dan tingkah laku masing-masing. Menetukan dan mengatur interaksi antara objek yang satu dengan lainnya.
3) Java bersifat terdistribusi
Sudah berkembang ke pemrograman mulai dari client, server, database server, web server, proxy server, dan sebagainya.
4) Java bersifat multiplatform
Dapat berjalan di banyak platform sistem operasi.
5) Java bersifat multiThread
Dapat mengerjakan beberapa proses dalam waktu yang hampir bersamaan.

4. Kompiler dan Interpreter
Banyak tersedia kompiler dan interpreter dari berbagai vendor diantaranya :

- J2SDK (Java 2 Software Development Kit) : seperangkat tool yang berisi kompiler dan interpreter java yang direlease oleh Sun dan bersifata free. (download pada situs http://www.sun.com, yang kita pakai dikelas ini.
- JBuilder : Development software java yang dibuat oleh Borland Inc. bekerja dilingkungan windows dan memiliki tampilan GUI.
- Visual J : Produk Microsoft, sebuah compiler sekaligus interpreter, berbasis GUI.

Selain ketiga kompiler dan interpreter diatas, masih terdapat beberapa development tool yang dapat digunakan untuk membuat program java, yaitu : Symantec Visual Café, IBM Visual Age for Java, dan Sun Fort for Java.

5. Editor
Editor, merupakan sebuah sarana bagi pengembang aplikasi untuk menuliskan program yang mereka buat, editor  yang kita gunakan merupakan editor yang berbasis teks. Baik editor yang sudah IDE maupun tidak, diantaranya :

- Edit atau EditPlus
- NotePad
- WordPad
- JCreator
- JBuilder
- VisualJ
- NetBeans


Banyak lagi editor yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi dengan bahasa pemrograman java ini.

6. Instalasi JAVA dan Editor
1) Instalasi J2SDK (Java 2 Software Development Kit) : setelah di download pada situs http://www.sun.com, versi manapun . Contoh  : jdk-1_5_0_04-windows-i586-p.exe, lakukan dengan double click pada file tersebut, ikuti petunjuk dan tekan tombol next hingga selesai.

2) Editor JCreator : download  JCreator Pro 3.0, serta nomor serinya kemudian . Lakukan instalasi dengan mengikuti petunjuk yang ada, tekan tombol next hingga selesai.

Setelah kedua software terinstall, lakukan konfigurasi editor tersebut dengan Java, sehingga kedua software tersebut terhubung saat dilakukan kompilasi.

7. Konfigurasi Editor dengan JAVA

Langkah-langkah konfigurasi Editor JCreator dengan J2SDK adalah sbb :

1) Pilih menu configure pada editor Jcreator
2) Kemudian pilih  menu option
3) Click JDK Profile
4) Jika Profile belum tersedia, pilih tombol new
5) Pilih folder j2sdk berada, Contoh : cari pada folder berikut : C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_22
6) Kemudian tekan tombol OK sampai selesai.

8. Fase Pemrograman JAVA

9. Contoh Program Pertama dengan JAVA

10. Penamaan Class, Method, Variabel, dan Konstanta

Aturan Penamaan :

- Case-sensitive,
- Tidak menggunakan reserved word  atau Keyword JAVA,
- Tidak menggunakan symbol-simbol operator.
- Dimulai dengan huruf abjad (a, b, c, ….), atau underscore (_), tanda dolar ( $ ),
- Tidak dibolehkan diawali dengan bilangan (0, 1, 2, …).

Sunday, September 7, 2014

Download UU ITE Tahun 2008


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2008
TENTANG
INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a. bahwa pembangunan nasional adalah suatu proses yang berkelanjutan yang harus senantiasa tanggap terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat;

b. bahwa globalisasi informasi telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia sehingga mengharuskan dibentuknya pengaturan mengenai pengelolaan Informasi dan Transaksi Elektronik di tingkat nasional sehingga pembangunan Teknologi Informasi dapat dilakukan secara optimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa;

c. bahwa perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang demikian pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah memengaruhi lahirnya bentuk - bentuk perbuatan hukum baru;

d. bahwa penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi harus terus dikembangkan untuk menjaga, memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan Peraturan Perundang-undangan demi kepentingan nasional;

e. bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi berperan penting dalam perdagangan dan pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat;

f. bahwa pemerintah perlu mendukung pengembangan Teknologi Informasi melalui infrastruktur hukum dan pengaturannya sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi dilakukan secara aman untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat Indonesia;

g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f, perlu membentuk Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;

Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;


Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:


Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.


Download UU ITE Tahun 2008 disini

Friday, September 5, 2014

Family


Keluarga : Family

Kakek : Grandfather

Nenek : Grandmother

Kakek Nenek : Grandparents

Ayah : Father

Ibu : Mother

Orang Tua : Parents

Suami : Husband

Istri : Wife

Suami Istri : Couple

Anak laki-laki : Son

Anak perempuan : Daughter

Saudara perempuan : Sister

Saudara laki-laki : Brother

Saudara laki-laki ayah/ibu (om) : Uncle

Saudara perempuan ayah/ibu (tante) : Aunt

Keponakan laki-laki : Nephew

Keponakan perempuan : Niece

Sepupu : Cousin

Sepupu laki-laki : Male cousin

Sepupu perempuan : Female cousin

Cucu laki-laki : Grandson

Cucu perempuan : Granddaughter

Ayah tiri : Step father

Ibu tiri : Step mother

Anak laki-laki tiri : Step son

Anak perempuan tiri : Step daughter

Saudara perempuan tiri : Step sister

Saudara laki-laki tiri : Step brother

Thursday, September 4, 2014

Bilangan Pecahan


A. Operasi pada Bilangan Pecahan


1. Penjumlahan Bilangan Pecahan


a. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Sama


Rumus :






Contoh :





Pembilang dijumlahkan dengan pembilang (5+2), sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan karena nilainya sudah sama (7).


b. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Tidak Sama


Rumus 1 :





Rumus 2 :






Contoh :





Untuk penjumlahan dengan penyebut tidak sama, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan dua cara, yaitu dengan mengalikan kedua penyebut (Rumus 1) atau dengan menentukan KPK-nya (Rumus 2). Pada contoh tersebut KPK dari 3 dan 7 adalah 21.


2. Pengurangan Bilangan Pecahan


a. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Sama


Rumus :





Contoh :






Apabila penyebutnya sama, pembilang bisa langsung dikurangkan

b. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Tidak Sama


Rumus 1 :






Rumus 2 :






Contoh :





Untuk pengurangan dengan penyebut tidak sama, penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan dua cara sama seperti dengan penjumlahan, yaitu dengan mengalikan kedua penyebut (Rumus 1) atau dengan menentukan KPK-nya (Rumus 2).


3. Perkalian Bilangan Pecahan

Dalam perkalian bilangan pecahan, pembilang dikalikan dengan pembilang dan penyebut dikalikan dengan penyebut.

a. Perkalian Bilangan Pecahan dengan Bilangan Bulat


Rumus :






Contoh :






b. Perkalian Bilangan Pecahan dengan Bilangan Pecahan


Rumus :






Contoh :








4. Pembagian Bilangan Pecahan


Rumus :







Pembagian bilangan pecahan dibuat menjadi perkalian bilangan pecahan (pembilang dan penyebutnya ditukar).


Contoh :








B. Menyederhanakan Bentuk Pecahan

Menyederhanakan bilangan pecahan dapat dilakukan dengan membagi pembilang dengan penyebutnya dengan FPB dari keduanya.

Contoh :





Jawaban :



















C. Mengubah Bentuk Pecahan

a. Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa

Rumus :





Contoh :





b. Mengubah Pecahan Biasa ke Bentuk Persen
Pecahan persen adalah pecahan biasa ke bentuk persen, penyebutnya harus dibuat menjadi 100.

Contoh :








c. Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Desimal
Untuk mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal dapat dilakukan dengan mengubah penyebutnya agar menjadi bilangan dengan pangkat 10 (10, 100, 1000, dan seterusnya).

Contoh :

Saturday, August 30, 2014

Format File Audio


Jenis-Jenis Format File Audio
Secara umum, ada 3 kelompok utama format file audio :
1. Format file audio tanpa kompresi, seperti file WAV, AIFF, AU dan raw      header-less PCM.
2. Format file audio dengan kompresi lossy, seperti MP3, Vorbis,  Mousepack, AAC, ATRAC, dan lossy Windows Media Audio (WMA).
3. Format file audio dengan kompresi lossless, seperti FLAC, Monkey’s Audio (filename extension APE), WavPack(filename extension WV), Shorten, Tom’s lossless Audio Kompressor(TAK), TTA, ATRAC Advanced Lossless, Apple Lossless, MPEG-4 SLS, MPEG-4 ALS, MPEG-4 DST, Windows Media Audio Lossless(WMA Lossless).

Dari format-format tersebut, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu free dan open, free, dan proprietary.
Free dan open : wav, ogg, mpc, flac, aiff, raw, au, dan midi
Free : gsm, dct, vox, aac, mp4, dan mmf
Proprietary : mp3, wma, atrac, ra, ram, dss, msv, dvf, m4p, 3gp, amr, dan awb

A. Format Advanced Audio Coding (AAC)
Ekstensi : .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac

AAC merupakan format audio menggunakan lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena ada data yang hilang).

Cara kerja AAC :
- Bagian-bagian sinyal yang tidak relevan dibuang
- Menghilangkan bagian-bagian sinyal yang redundan
- Dilakukan proses MDCT (Modified Discret Cosine Transform) berdasarkan tingkat kompleksitas sinyal
- Adanya penambahan Internal Error Connection
- Kemudian sinyal disimpan atau dipancarkan

Saat ini, AAC merupakan standar format untuk telepon selular seperti Apple’s iPhone, Sony Ericsson, N-series, dan model S40 dari Nokia, serta telepon sel berbasis Android. Juga perangkat portable seperti iPod, iTunes, Sony Playstation Portable, generasi terbaru dari Walkman Sony, semua jenis telepon Nintendo’s Wii, Nintendo DSi, mendukung format AAC. Kepopuleran format ini dikarenakan audio codec-nya yang menyempurnakan MP3, seperti pada jangkauan sample rate yang lebih banyak (8 Hz-96 kHz), memiliki 48 channel, dan suara yang lebih bagus untuk bit yang lebih rendah (di bawah 16 Hz).

Portable player untuk format file AAC adalah Archos, Creative Zen Portable, Microsoft Zune, SanDisk Sansa, Sony Playstation Portable (PSP), Sony Walkman, Nintendo DSi, dan Cowon.

B. Format Waveform Audio (WAV)
Ekstensi : .wav atau .wv
WAV merupakan format file audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM sebagai standar untuk menyimpan file audio pada PC, dengan menggunakan coding PCM (Pulse Code Modulation). Tidak seperti AAV, file WAV adalah file audio yang tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam bentuk digital. Karena ukurannya yang besar, file WAV jarang digunakan sebagai file audio di Internet.

WAV merupakan format audio standar Microsoft dan IBM untuk PC, WAV biasanya menggunakan coding PCM(Pulse Code Modulation).penyimpanan data pada WAV terletak pada hardist karena pada waf data tidak terkompres. software yang dapat menciptakan wav dari analog sound misalnya windows sound recorder. penyimpanan pada WAF relatif besar sehingga jarang di pakai di internet.

C. Audio Interchange File Format (AIFF)
Ekstensi: .aiff, .aif, .aifc

File AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF adalah uncomressed code pulse-modulation (PCM), namun ada juga varian terkompresi yang dikenal sebagai AIFF AIFF-C atau aifc, dengan berbagai kompresi codec.

D. Format MPEG Audio Layer 3 (MP3)
Ekstensi : .mp3

Pada awalnya, format MP3 ini dikembangkan oleh seorang Jerman bernama Karlheinz Brandenburg, memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). Prinsip yang dipergunakan oleh MP3 adalah mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia – sehingga adapat digolongkan file audio dengan kompresi lossy.

MP3 merupakan level yang paling mutakhir dengan tambahan metode pengodean Huffman coding, resolusi citra yang lebih tinggi dan reservasi bit. MP3 menggunakan sistem kompresi yang disebut dengan Phycoacoustic Compression untuk menempatkan ukuran file audio. Rasio kompresiny adalah 1 : 10 sampai 1 : 12 artinya jika kita punya 50 MB data audio, maka setelah kompresi akan didapatkan sekitar 5MB.

Beberapa batasan dari file MP3 ini adalah :

- Bit rate terbatas, maksimum 320 kbit/s (beberapa encoder dapat menghasilkan bit rate yang lebih tinggi, tetapi sangat sedikit dukungan untuk mp3-mp3 tersebut yang memiliki bit rate tinggi).
- Resolusi waktu yang digunakan mp3 dapat menjadi terlalu rendah untuk sinyal-sinyal suara yang sangat transient, sehingga dapat menyebabkan noise.
- Resolusi frekuensi terbatasi oleh ukuran window yang panjang kecil, mengurangi efisiensi coding.
- Tidak ada scale factor band untuk frekuensi di atas 15,5 atau 15,8 kHz.
- Mode jointstereo dilakukan pada basis per frame.
- Delay bagi encoder/decoder tidak didefinisikan, sehingga tidak ada dorongan untuk gapless playback (pemutaran audio tanpa gap). Tetapi, beberapa encoder seperti LAME, dapat menambahkan metadata tambahan yang memberikan informasi kepada MP3 player untuk mengatasi hal ini.

E. Format MIDI
Ekstensi : .mid
Merupakan standar yang dibuat oleh perusahaan alat-alat music elektronik berupa serangkaian spesifikasi agar berbagai instrument dapat berkomunikasi. Dengan menggunakan format MIDI, perangkat elektronik seperti keyboard dan computer dapat melakukan sinkronisasi satu sama lain.

Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone
Interface MIDI terdiri dari 2 komponen yaitu :
Perangkat keras, merupakan hardware yang terhubung dengan peralatan (keyboar/computer)
Data format yang mengandung pengkodean informasi (spesifikasi instrument, awal/akhir nada, frekuensi dan volume suara).

F. Ogg Vorbis
Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.
Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang.

File ini berukuran lebih kecil dari pada MP3, sehingga hemat bandwidth dan media penyimpanan dan memiliki kualitas lebih bagus dari pada MP3. Dikembangkan secara open source oleh Chris Montgomery.

G. MP3Pro
Perbedaanya dengan MP3 adalah MP3Pro memiliki bit rate yang lebih rendah yaitu 64 bit.

H. Real Audio
Salah satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.

I. Format Monkey’s Audio
Ekstensi : .ape, .apl

Merupakan format file audio dengan kompresi lossless sehingga tidak mengurangi kualitas suara. Umumnya, sebuah file audio dengan format Monkey’s Audio mempunyai ukuran lebih besar 3-5 kali dibandingkan dengan format MP3 (pada bitrate 192 Kb/s). Secara resmi, Monkey Audio hanya mendukung platform Windows, seperti yang ditulis di website resminya. Pada masa-masa mendatang, Monkey Audio akan mendukung untuk platform Linux dan Mac OS. Player yang dapat digunakan untuk menjalankan file format ini adalah Monkey’s Audio.

J. WMA
Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.

K. FLAC
Free Lossless Audio Codec (FLAC) adalah format berkas untuk kompresi data audio lossless. Sebuah rekaman digital dapat dikompres ke dalam format FLAC sehingga berukuran lebih kecil, kemudian bila dibutuhkan dapat dikembalikan ke keadaan semula. Secara rata-rata berkas FLAC berukuran 53% dari ukuran aslinya.[1]

Perangkat lunak FLAC bersifat bebas dan open source. FLAC banyak digunakan untuk mengedarkan bootleg rekaman konser, dan lebih disukai oleh penggemar audio karena kualitasnya lebih tinggi daripada mp3.

L. ASF (Advanced System Format)
ASF Dibuat oleh Microsoft sebagai standar audio/video streaming yang merupakan format Bagian dari Windows Media framework. Format ASF ini tidak menspesifikasikan bagaimana video atau audio harus di encode, tetapi sebagai gantinya menspesifikasikan struktur video/audio stream. Jadi ASF dapat diencode dengan codec apapun. ASF Dapat memainkan audio atau video dari streaming media server, HTTP server, maupun lokal. Beberapa contoh format ASF lain adalah WMA dan WMV dari Microsoft.

Friday, August 29, 2014

Digitalisasi Gambar


Digital Imaging
Proses dimana suatu dokumen atau foto discan oleh komputer dan dikonversi dari format analog ke format digital yang hanya bisa di baca oleh komputer. Setelah discan dokumen asli atau foto diwakili oleh serangkaian pixel disusun dalam matriks dua dimensi yang disebut raster (gambar bitmap). Gambar ini kemudian dapat ditransfer ke berbagai media penyimpanan elektronik seperti CD-ROM.

Proses Digitalisasi
* Memformat gambar (Formatting Image)
Memformat gambar  berarti melakukan pengambilan gambar dengan membawa gambar tesebut ke dalam format digital.

* Memfilter gambar (Filtering Image)
Di dalam image, pada umumnya bentuknya tidak terlihat bagus, karena gambar yang ditampilkan mengalami digitalisasi yang terkena noise, sehingga untuk itu dilakukan adanya filter pada gambar sehingga gambar tersebut menjadi lebih normal dan lebih terlihat jelas.

* Pelabelan (Labeling)
Informasi pada gambar mempuyai pola yang terstruktur. Pola yang digunakan pada umumnya terdiri dari beberapa urutan pixel. Jika dari susunan pixel tersebut memiliki sudut, setelah sudut tersebut diberikan label. Sangat rumit dalam melakukan pelabelan, dikarenakan harus melibatkan intenfikasi dan bentuk label yang primitif dan penentuan sudut dari tiap-tiap pixel.

* Pengelompokan (Grouping)
Proses pelabelan menemukan objek yang primitif, yang bisa disebut dengan sudut. Proses pengelompokan  dapat melakukan pemutaran sudut-sudut yang memiliki label yang sama sehingga gambar dapat disusun kembali menjadi gambar yang mulai terlihat jelas. 3 operasi yang sebelumnya melakukan pembentukan gambar menjadi data gambar secara terstruktur (Informasi pixel). Dari hasil pengelompokan tiap-tiap pixel dikelompokan berdasarkan struktur data, tiap-tiap pixel memiliki informasi yang disimpan kedalam suatu  struktur data yang logis.

* Pengambilan intisari gambar (Extracting Image)
Pengelompokan hanya melakukan penyimpanan/pengarsipan dari pixel-pixel yang memiliki label yang sama. Sedangkan pengambilan intisari (extraction) melakukan pengambilan beberapa pixel yang mewakili dari kelompok-kelompok yang ada. Pengambilan intisari menguraikan perbedaan antar kelompok pixel pada gambar sumber.

* Penyesuaian (Matching)
Proses yang terakhir adalah melakukan penyesuaian dimana sebuah pixel dalam gambar telah dilakukan pengelompokan kedalam objek dan hubungan diantara objek yang berbeda telah ditentukan , ini merupakan langkah yang terakhir dalam sistem recognise objek sebuah gambar. Penyesuaian melakukan perbandingan pada masing-masing objek gambar dengan sebuah model yang telah disimpan sehingga dicari persamaan keduanya yang paling tepat.

Sama seperti pada suara, gambar untuk di tampilkan kedalam komputer, perlu adanya digitalisasi. Tidak ada batasan yang pasti dalam kualitas sebuah gambar. Tetapi denngan melakukan batasan, kita dapat menerapkan suatu besaran kedalam komputer, biasanya besaran tersebut adalah Color Depth dengan besaran nilai 1,2,4,8,16,24 bith depth.

Pixel



Pixel adalah sebuah titik dalam gambar raster, atau pengalamatan terkecil dari sebuah element yang di tampilkan oleh monitor. Setiap piksel memiliki alamat sendiri. Alamat dari piksel yang sesuai dengan yang koordinat. Pixel biasanya disusun dalam grid dua dimensi, dan sering direpresentasikan menggunakan titik-titik atau kotak.







Pixel Bit Depth
Mendefinisikan jumlah pencitraan yang benar-benar dapat diwakili oleh jumlah informasi yang disimpan untuk setiap pixel. Dapat berkisar dari 1 bit/pixel untuk biner, dan  gambar 24 bit per pixel atau lebih pada citra berwarna kualitas tinggi. Berikut ini adalah standar kedalaman bit untuk file gambar. 

Materi berbentuk file power point bisa di download disini

Tuesday, August 26, 2014

Download Buku Tematik Siswa Kelas V Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.

Berikut adalah buku Tematik Siswa Kelas V Kurikulum 2013 :

Tema 1 : Benda-Benda di Lingkungan Sekitar (download disini)

Tema 2 : Peristiwa dalam Kehidupan (download disini)

Tema 3 : Kerukunan dalam bermasyarakat (download disini)

Tema 4 : Sehat Itu Penting (download disini)

Tema 5 : Bangga sebagai Bangsa Indonesia (download disini)

Digitalisasi Audio


AUDIO
* Gelombang Bunyi adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara berupa zat (cair, padat, gas) . Jadi, gelombang bunyi dapat mertambat misalnya didalam air, batu bara, atau udara.
* Jumlah waktu yang diperlukan untuk terjadinya suatu getaran atau gelombang dinamakan perioda (T). Sedangkan jumlah gelombang yang terjadi setiap detik dinamakan frekuensi (f) dengan satuan m/dt (Hz).
1 Hz = 0,001 KHz
* Suara yang dapat diterima telinga manusia berkisar antara 20 Hz s.d 20 KHz

Jenis-jenis frekuensi yang ada sekarang ini adalah sebagai berikut.
- Infrasound (0 - 20 Hz), Beberapa binatang dapat mendengar frekuensi ini, diantaranya Ikan Paus, Gajah, Badak, Jerapah dan Buaya, walaupun sumber suara tersebut berada jauh dari binatang tersebut. Frekuensi ini juga dipakai seismograf yang digunakan untuk memonitoring terjadinya gempa bumi. Bahkan gelombang laut, gunung meletus, dan pergerakan meteor.
- Ultrasound (20 KHz -  1 GHz), frekuensi diatas batas atas pendengaran manusia 20 KHz. Beberapa binatang seperti anjing, ikan lumba-lumba, kelelawar dan tikus, dapat mendengarkan frekuensi tsb.
- Hypersound (1 GHz - 10 THz)

Sinyal Analog vs Sinyal Digital
Sinyal Analog
Sinyal analog memiliki jumlah kemungkinan nilai amplitudo yang tak terhingga


Sinyal Digital
Sinyal digital memiliki jumlah kemungkinan nilai amplitudo yang terhingga

*Amplitudo adalah tinggi suatu gelombang yang mengisyaratkan besar kecilnya suara yang dihasilkan.

Audio Digital
* Audio digital dibuat saat mengonversikan sebuah gelombang suara ke dalam angka – prosesnya disebut digitizing (mendigitalkan). 
* Suara digital merupakan sampel suara. 
* Setiap fraksi n dalam satu detik, sampel suara diambil dan disimpan sebagai informasi digital dalam bit dan byte. 
* Kualitas dari recording digital : tergantung pada seberapa sering sampel diambil (angka sampling atau frekuensi, dihitung dalam kilohertz, atau seribu sampel  per detik) dan berapa banyak angka yang digunakan untuk merepresentasikan nilai dari tiap sampel  (bitdepth, ukuran sampel, resolusi, range dinamis).

Digitalisasi Audio

Analog to Digital Converter (ADC) mengubah amplitudo sebuah gelombang analog ke dalam waktu interval (samples), sehingga menghasilkan representasi digital dari suara. Sebaliknya untuk menampilkan suara digital kedalam alat suara analog (dalam hal ini speaker) digunakan  digital to analog (DAC) untuk menkonversinya.

Sistem Pengkodean Audio Digital
Gelombang audio umumnya bersifat kontinu dan diubah ke dalam bentuk diskrit.

Langkah yang dilakukan adalah : 
- Pengambilan sampling
Proses perubahan waktu yang berjalan diubah kedalam bentuk diskrit disebut dengan sampling. Frekuensi dari waktu biasanya disebut dengan sampling rate atau frekuensi sampling.
- Kuantisasi
Proses perubahan bentuk sample yang berkelanjutan kedalam bentuk diskrit disebut dengan kuantisasi. Dalam proses ini dilakukan pembagian range sinyal kedalam bentuk interval angka yang disepakati. Ukuran dari interval kuantisasi disebut dengan langkah kuantisasi.
- Pengkodean

Proses merepresentasikan isi digital kuantisasi disebut dengan koding. Ini dapat terjadi pada saat menggunakan digital to analog converter (DAC) untuk melakukan rekonstruksi kembali sinyal analog yang berasal dari data digital.


Materi berbentuk file power point bisa di download disini

Monday, August 25, 2014

Perhitungan Alamat IP Address


Internet Protocol Address (IP Address)
Internet Protocol Address atau yang sering disingkat dengan IP adalah deretan angka biner antara 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP .  

Alamat IP terdiri atas 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID. Network ID merupakan alamat yang menunjukkan identitas jaringan atau nomor network sedangkan Host ID menunjukkan identitas atau alamat komputer/host ataupun peralatan lain yang terhubung dengan jaringan.

Kelas – Kelas IP Address
Kelas A
- Rentang alamat IP kelas A adalah 1.0.0.0 sampai dengan 126.255.255.255
- Subnet Mask default kelas A adalah 255.0.0.0
- Alamat IP kelas A memiliki 126 jaringan dan masing – masing jaringan memiliki 16.777.214 host
- Bit pertama alamat kelas A selalu diset ke nilai biner 0
- Pada alamat IP kelas A, 8 bit pertama digunakan untuk alamat network dan 24 bit berikutnya digunakan untuk alamat host
- Untuk jaringan skala besar.

Kelas B
- Rentang alamat IP kelas B adalah 128.0.0.0 sampai dengan 191.255.255.255
- Subnet mask default kelas B adalah 255.255.0.0
- Alamat IP kelas B memiliki 16.384 jaringan dan masing – masing jaringan memiliki 65.532 host
- Dua bit pertama alamat kelas B selalu diset ke nilai biner 10
- Pada alamat IP kelas B, 16 bit pertama digunakan untuk alamat  network dan 16 bit berikutnya digunakan untuk alamat host
- Untuk jaringan skala menengah hingga skala besar.

Kelas C
- Rentang alamat IP kelas C adalah 192.0.0.0 sampai dengan 223.255.255.255
- Subnet mask default C adalah 255.255.255.0
- Alamat IP kelas C memiliki 2.097.152 jaringan dan masing – masing jaringan memiliki 254 host
- Tiga bit pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110
- Pada alamat IP kelas C, 24 bit pertama digunakan untuk alamat network dan 8 bit berikutnya digunakan untuk alamat host
- Untuk jaringan skala kecil.

Kelas D
- Rentang alamat IP kelas D adalah 224.0.0.0 sampai dengan 239.255.255.255
- Empat bit pertama alamat kelas D selalu diset ke nilai biner 1110
- Kelas D digunakan sebagai alamat Multicasting yaitu alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket ke banyak penerima.

Kelas E
- Rentang alamat IP kelas E adalah 240.0.0.0 sampai dengan 254.255.255.255
- Empat bit pertama alamat kelas E selalu diset ke nilai biner 1111
- Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan.

Basis Bilangan 2

Basis bilangan hanya ada dua, yaitu nilai 0 dan 1, berikut contoh dari basis bilangan 2 :

Contoh Perubahan bilangan desimal menjadi bilangan biner :
Perhitungan Alamat IP Address


Materi selanjutnya bisa di download disini

 

© 2013 Welda Aprilia's Blog. All rights resevered. Thanks to Welda Aprilia

Back To Top