Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus

Wednesday, December 18, 2013

TCP/IP dan model OSI Layer

9:15 AM

TCP/IP dan model OSI Layer



PENGERTIAN

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable).

OSI LAYER (Open Systems Interconnection) atau Model OSI adalah satu model bagi singkatan nama (Bahasa Inggris:Open Systems Interconnection Reference Model) ialah penerangan berlapis abstrak untuk reka bentuk komunikasi dan protokol rangkaian komputer, yang dibangunkan sebagai sebahagian dari inisiatif Open Systems Interconnection.

SEJARAH

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Saat Vint Cerf dan Bob Kahn pertama menulis spesifikasi atas protokol ini tahun 1973, internet masih merupakan media yang dilarang untuk keperluan komersil. Di bulan May 1974, IEEE mempublikasikan makalah berjudul "Protokol sebagai paket interkoneksi jaringan." Sebagai penulis makalah tersebut, Cerf dan Kahn menjabarkan sebuah protokol interkoneksi untuk berbagi layanan dengan memanfaatkan pertukaran-paket antara node jaringan yang terhubung. Komponen pengontrol utama atas model ini disebut sebagai "Program pengontrol transmisi" yang menggabungkan baik tautan koneksi teriorientasi dan layanan datagram antar host. Program pengontrol transmisi monolitik ini kemudian dipecah ke dalam arsitektur modular yang terdiri atas Protokol pengontrol transmisi pada lapisan koneksi terorientasi dan Protokol internet pada lapisan datagram. Model ini lah yang kemudian dikenal dengan istilah TCP/IP, meski secara formal istilah yang digunakan adalah Paket protokol internet.

OSI LAYER (Open Systems Interconnection)
Pada peringkat awal perkembangan komputer iaitu pada tahun 1950-an, komputer berfungsi secara sendirian (standalone) tanpa dapat berhubung antara satu dengan yang lain. Hanya pada akhir tahun 1960-an, Jabatan Pertahanan Amerika Syarikat (Department of Defence atau DoD) telah menjalankan kajian mengenai rangkaian komputer. Rangkaian ini menggunakan kaedah telefon yang membolehkan komputer-komputer berhubung antara satu dengan yang lain walaupun berada di suatu tempat yang berlainan atau negara yang jauh.

DoD melihat kemampuan rangkaian komputer ini dapat digunakan sebagai satu alat untuk pertahanan Amerika Syarikat pada masa itu, di mana maklumat dapat dihantar dengan cepat ke tempat-tempat yang memerlukan. Untuk itu, Advanced Research Project Agency (ARPA), telah ditubuhkan dan kemudianya bertukar nama menjadi Defence Advanced Research Project Agency (DARPA) yang telah menghasilkan ARPAnet yang menyokong perkembangan protokol TCP/IP. ARPAnet seterusnya telah berkembang menjadi Internet yang dimulakan dengan menghubungkan badan-badan pemerintah dan universiti-universiti dan kemudiannya berkembang ke dalam dunia perniagaan.

Rangkaian kawasan setempat atau Local Area Network (LAN) mula mendapat perhatian masyarakat dunia di sekitar tahun 1980-an. Ia berkemampuan untuk menghubungkan satu komputer dengan yang lain melalui penggunaan cakera keras (Disk Sharing) dan mesin pencetak (Printer Sharing). Ia kemudiannya dihubungkan dengan rangkaian kawasan setempat yang lain yang berjauhan di antara satu sama lain dan dikenali sebagai Rangkaian Kawasan Luas atau Wide Area Network (WAN).

Suatu maklumat yang dihasilkan oleh seseorang dari sesebuah komputer dapat disampaikan ke komputer lain melalui rangkaian komputer. Maklumat tersebut akan melalui proses yang panjang dan melalui berbagai lapisan dan rangkaian komputer. Pertama, maklumat yang dihantar akan diproses menjadi data-data yang kemudiannya dproses menjadi segmen-segmen. Seterusnya ia diproses menjadi paket-paket, kemudian kepada frame dan terakhir sekali menjadi bit. Bit-bit maklumat ini akan dapat dihantar melalui kabel rangkaian ke komputer lain dan diproses semula bagi mendapatkan maklumat yang asal.

Untuk memudahkan proses pengolahan data dan supaya mempunyai persamaan di antara pengusaha atau pengilang produk rangkaian, Pertubuhan Pemiawaian Antarabangsa (ISO) telah mengeluarkan satu model lapisan rangkaian yang dikenali sebagai Open Systems Interconnection (OSI). Di dalam model OSI yang telah dikeluarkan ini, proses data dibahagikan kepada tujuh (7) lapisan di mana setiap lapisan telah diberi fungsi yang tersendiri.

Model OSI ini membincangkan secara jelas cara kerja lapisan OSI serta memberikan konsep untuk menentukan proses apa yang perlu berlaku dan protokol-protokol yang boleh digunakan kepada lapisan tersebut. Model OSI ini menjadi terkenal kerana mempunyai banyak kebaikan.

PERBEDAAN

1) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki layer (lapisan).

2) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.

3) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki transport dan network layer yang sama.

4) Asumsi dasar OSI layer dan TCP/IP layer adalah menggunakan teknologi packet switching.

5) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.

6) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).

PERSAMAAN

1) OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer

2) Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.

3) Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.

4) Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.

5) TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”

Selanjutnya bisa di download disini

Ditulis oleh

Saya seorang mahasiswi, guru dan blogger. Saya senang berbagi ilmu. Pesan saya untuk pembaca : "Jangan pernah lelah untuk belajar"

0 komentar:

Post a Comment

 

© 2013 Welda Aprilia's Blog. All rights resevered. Thanks to Welda Aprilia

Back To Top